Rabu, 02 Februari 2011

laput

  • LAPUT
Restorasi kekaderan HMI kom. tarbiyah; mungkinkah ?
Secerca harapan kembali nampak di tubuh Himpunan  Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Hal itu ditunjukkan setelah (26-27/11) lalu sukses melaksanakan pelantikan di gedung LPTQ Makassar yang kemudian dilanjut dengan Rapat kerja (raker) di Pulau Panambungan Kab. Pangkep dengan visi restorasi. Lalu, mampukah pengurus merealisasikan visi itu? Berikut hasil penelusuran kru C@KRA.

Bercermin pada kepengurusan sebelumnya, pengurus HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar kali ini begitu optimis mewujudkan perubahan ditubuh HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar dengan berbagai upaya strategis. Hal itu di ungkapkan Muhammad Fadil selaku ketua umum HMI Kom. Tarbiyah dan Keguruan.  Baginya selain metode yang diterapkan, tidak ada unsur yang membedakan program kerja dibawah kepemimpinannya dengan kepengurusan sebelumnya. “Sebenarnya program kerja kepengurusan kami sekarang ini hampir sama dengan kepengurusan kemarin, namun konsep yang kami gunakanlah yang membedakan, kami berusaha menyeimbangkan dan mengikuti arus zaman ini agar tidak ketinggalan, namun tetap pada peningkatan mutu intelektualitas kader tanpa gagap teknologi”  tegas pria yang kerap disapa Fadhil ini.
Bersandar pada visi restorasi kekaderan, Fadil beserta jajarannya kembali mengungkapkan sikap optimisnya dengan berusaha mengembalikan kebudayaan yang dinilainya telah memudar di kalangan kadernya. Baginya, dalam mewujudkan visi tersebut dibutuhkan penegasan dan pengawalan atas tanggung jawab pengurusnya. ”Melihat dari kondisi sekarang, sudah banyak kebudayaan warisan senior dahulu yang terlupakan, terutama dalam program kerja pengurus, itu biasanya banyak yang lari dari tanggung jawab, ibarat penjual bakso dorong, yang semuanya dikerja oleh satu orang, mulai dari cari bahan, mengolah, hingga mendistribusikannya” tambahnya saat ditemui kru C@KRA disela-sela aktivitasnya.
Sementara itu, Ardillah Abu selaku ketua bidang Penelitian Pengembangan dan Pembinaan Anggota (PPPA) HMI Kom. Tarbiyah dan Keguruan menegaskan kesiapannya untuk mewujudkan visi itu dengan pandangannya sendiri. “Sebenarnya bukan sistem yang ingin kita rubah, tetapi nilai dalam sistem itu yang akan di restorasi, maksudnya nilai intelektual dan nilai ke-Islaman kader yang mulai memudar”, ungkap pria yang akrab di sapa Ollenk ini.
Sebagai upaya dalam mewujudkan visi itu, Fadil dan jajarannya membuktikannya dengan kompetisi masing bidang dalam merealisasikan program kerja dan kewajibannya masing-masing. Bidang Administrasi dan Kesekretariatan misalnya, sukses mengadakan Up Grading kepengurusan (11-12/12) lalu, ditambah lagi Bidang Kebendaharaan yang telah merealisasikan pengadaan kalender HMI Kom. Tarbiyah dan Keguruan. Tak ingin ketinggalan, Bidang Perguruan Tinggi dan kepemudaan (PTKP) beserta PPPA ikut ambil bagian, masing-masing lesehan kampus dan basic Training yang masih berlangsung hingga berita ini diturunkan. Tak ingin tinggal diam, Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi pun perlahan mengintenskan kembali tiga lembaga pengembangan profesi yang berada di bawah naungannya, salah satunya dibuktikan dengan terbitnya media C@KRA kali ini. Sampai berita ini diturunkan, tinggal bidang Kewanitaan yang belum menunjukkan kebolehannya.
Walau begitu, pengurus mengakui banyaknya kendala yang dihadapinya semisal manajemen waktu yang rumit. “Ditengah kesibukan PIKIH mahasiswa baru saat ini, tentu kita sulit mengatur waktu agar tidak bertabrakan dengan kegiatan kampus ketika akan melaksanakan kegiatan” tanggas Ollenk bernada serius.
Sementara itu, tanggapan hangat juga datang dari Hamjan el-Barkah Ketua Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi HMI Cabang Gowa Raya atas visi HMI kom. Tarbiyah dan Keguruan periode kali ini. “Saya kira restorasi itu memang sudah layak, melihat selama beberapa tahun ini kader semakin hari semakin bertambah, jadi bukan hanya sekedar menambah kader tapi juga mempertahankan dengan tujuan mencerdaskan” ungkap Hamjan saat diwawancarai oleh kru C@KRA via telepon ini.
Selain itu, mantan ketua umum HMI komisariat Tarbiyah dan Keguruan ini juga menegaskan pentingnya komunikasi sesama pengurus dalam merealisasikan visi itu. “Yang terpenting itu, komunikasi sesama pengurus jangan sampai memudar karena mereka-lah ujung tombak komisariat tarbiyah, tentu harus dengan satu visi agar lebih jelas, karena selama ada kemauan yakin saja, nothing imposible”, tegas pria yang akrap disapa Joe ini.
Hal senada juga di ungkapkan oleh Dini Al-Khumaerah selaku kader HMI Kom. Tarbiyah dan Keguruan. Dirinya menginginkan dikembalikannya budaya kekaderan yang dianggapnya telah terkikis oleh zaman. “Mendengar cerita dari beberapa senior yang rindu akan HMI dulu, restorasi memang perlu. Terlalu banyak budaya warisan kader yang lenyap, seperti budaya baca dan tulis, tapi yang paling utama buat saya adalah budaya salam” tutup mahasiswi jurusan PGMI semester III ini.

 
Admin by pangeran.idiiot | Organization by HMI - Kom. Tarbiyah UIN Alauddin MKS